MID SEMESTER
EXAMINATION
Subject
|
: PROFESSIONAL TRANSLATION II
|
Semester
|
: VII
|
Allocated time
|
: 75 minutes
|
Lecturer
|
: Perwi Darmajanti, SS.M.Pd
|
1.
TRANSLATE THE TEXT INTO
INDONESIAN (50%)
The
Learning PerspectiveThe Learning perspective argues that children imitate what they see and hear,and that children learn from punishment and reinforcement.
The main theorist associated with the learning perspective is B.F. Skinner. Skinner argued that adults shape the speech of children by reinforcing the babbling of infants that sound most like words.
The Nativist Perspective
The nativist perspective argues that humans are
biologically programmed to gain knowledge.The main theorist associated with
this perspective is Noam Chomsky.
Chomsky proposed that all humans have a language
acqusition device (LAD). The LAD contains knowledge of grammatical rules common
to all languages.The LAD also allows children to understand the rules of
whatever language they are listening to.Chomsky also developed the concepts of
transformational grammar, surface structure,and deep structure.
Transformational grammar is grammar that transforms
a sentence. Surface structures are words that are actually written. Deep
structure is the underlying message or meaning of a sentence.
2.
TRANSLATE THE TEXT INTO
ENGLISH (50%)
Bagaimana mengelola marah? Situs WebMd memberi beberapa jalan keluar
jika amarah sudah memuncak di kepala. "Ketika Anda mulai merasa marah,
cobalah menarik napas dalam-dalam dan berpikir positif untuk
meredakannya," tulis situs yang digawangi banyak dokter ini.
Bicara pada diri sendiri agar dapat
bersikap dan berpikir santai juga bisa membuat pikiran menjadi lebih tenang.
Ulangi menarik napas lagi sampai benar-benar kemarahan mereda.
Cara lainnya, bersikap asertif dapat
diterapkan dalam pengendalian rasa marah tersebut. Melakukan aktivitas fisik
seperti berolahraga juga dapat meningkatkan mood baik serta
menurunkan ketegangan dan kemarahan. Hindari narkoba dan penggunaan alkohol
yang berlebihan.
Note:
1. The answer of the exam must be sent to perwi.stibasby@gmail.com by Sunday, November 22,2015 at 24.00, by the subject "Professional Translation II"
2. The answer of the exam must be completed by the answer of the asssignment below.
MID SEMESTER
ASSIGNMENTS
Subject
|
: PROFESSIONAL
TRANSLATION II
|
Lecturer
|
: Perwi Darmajanti, SS.M.Pd
|
1.
Translate
this text into Indonesian.
Applications
were assessed against the eligibility requirements listed in the Applicant
Guidelines. Applications that did not meet the eligibility requirements have
been assessed as ineligible. Common reasons applications were marked
ineligible:
- documentation meeting language requirements such as TOEFL/IELTS or transcript of at least one year of study in an approved country was not provided.
- an unconditional/conditional admission letter from an Australian institution for commencement during the correct year was not provided (international applicants).
- nomination from a host organisation for commencement during the correct year was not provided.
- proof of citizenship from an eligible country was not provided.
- applicant did not supply weighted academic transcripts with a score card explaining grading system.
Failure to follow the Applicant Guidelines may result in an ineligible
application. It is therefore essential that applicants read all of the
instructions carefully and ensure they meet all eligibility requirements prior
to commencing an application.
2.
Translate
this text into English
1 Mei 1918
merupakan peringatan Hari Buruh Sedunia pertama di Indonesia dan pertama di
Asia. Peringatan ini dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, di bawah kendali
Serikat Buruh Kung Tang Hwee Koan dan Persatuan Sosial Demokrat Hindia
Belanda (ISDV). Henk Sneevliet didampingi Bars, pimpinan ISDV, menyampaikan
pesan yang terkenal dengan judul “Peringatan 1 Mei Pertama Kita”. Tulisan
Sneevliet dipublikasi secara massal. Namun, belum mendapat sambutan baik dari
masyarakat Hindia-Belanda (Indonesia).
Peringatan
Hari Buruh Sedunia pertama di Indonesia didominasi oleh golongan kaum komunis.
Baru kemudian pada tahun 1921, golongan komunis dan non-komunis, di bawah
pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto bersatu bersama-sama merayakan Hari Buruh
Sedunia. Anak didik Tjokroaminoto, Soekarno, naik ke atas podium memberikan
sebuah pidato mewakili Serikat Buruh yang pada waktu itu masih di bawah
pengaruh Sarekat Islam (SI).
Perayaan
Hari Buruh Sedunia lebih progresif terjadi pada tahun 1923. Semaun, Ketua SI
Semarang, memimpin aksi pemogokan masal VSTP (serikat buruh kereta api) di
Semarang. Pemogokan tersebut mengangkat isu utama seperti waktu kerja delapan
jam, penundaan penghapusan bonus sampai janji kenaikan gaji dipenuhi,
penanganan perselisihan ditangani oleh satu badan arbitrase independen, dan pelarangan
PHK tanpa alasan.
Peringatan
Hari Buruh Sedunia mendapat pelarangan saat pemerintahan Soeharto berkuasa.
Karena pada masa orde baru itu peringatan Hari Buruh Sedunia dianggap sebagai
aktivitas subversif, dikaitkan dengan gerakan komunis dan peristiwa G30S.
Setelah pemerintahan orde baru tumbang, rakyat Indonesia kembali merayakan Hari
Buruh Sedunia sampai sekarang.
Pada
peringatan Hari Buruh Sedunia 2015, kaum buruh Indonesia turun ke jalan untuk
menyuarakan dan menuntut hak-haknya. Tuntutan mereka hampir sama dengan tahun
sebelumnya. Saat ini kaum buruh Indonesia tidak hanya terhimpit oleh persoalan
lama seperti upah rendah, outsourcing, sistem kerja kontrak, dan jaminan sosial
minim. Tapi juga harus berhadapan dengan arus masuk buruh dari negara ASEAN
lainnya. Kepastian kerja semakin tipis, daya tawar menurun.
Pencabutan
subsidi dan menyerahkan ekonomi pada pasar bebas, berdampak pada kenaikan
harga-harga kebutuhan pokok dan BBM. Begitu juga dengan naiknya biaya kesehatan
dan pendidikan yang mengakibatkan rakyat semakin sengsara.
Kaum buruh
Indonesia terus melakukan aksi bersama turun ke jalan selama negara belum
berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Selama sistem ekonomi masih menghamba
pada kepentingan kaum modal yang berdampak pada penindasan kaum pekerja.
Pada
momentum Hari Buruh Sedunia 2015 ini, kaum buruh Indonesia menyerukan 10
Tuntutan Buruh dan Rakyat Indonesia (Sepultura), yaitu:
- Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing.
- Tolak politik upah murah: berlakukan upah layak nasional.
- Tolak PHK, union busting, dan kriminalisasi anggota dan pengurus serikat buruh.
- Laksanakan hak-hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran indonesia.
- Tangkap, adili, dan penjarakan pengusaha nakal.
- Jaminan sosial bukan asuransi sosial.
- Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok.
- Pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat;.
- Tolak privatisasi: bangun industri nasional untuk kesejahteraan rakyat.
- Tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat
Hari Buruh
Sedunia harus diisi dengan penyatuan kekuatan gerakan buruh. Perjuangan buruh
bukan saja merupakan perjuangan domestik, tetapi juga internasional. Karena
hampir semua bentuk eksploitasi, hubungan produksi dan sistem ekonomi yang
merugikan buruh, bersifat internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar