Minggu, 15 November 2015

MID SEMESTER EXAMINATION & ASSIGNMENT



MID SEMESTER EXAMINATION
Subject
: PROFESSIONAL     TRANSLATION II
Semester
: VII
Allocated time
: 75 minutes
Lecturer
: Perwi Darmajanti, SS.M.Pd

1.      TRANSLATE THE TEXT INTO INDONESIAN (50%)
The Learning Perspective
The Learning perspective argues that children imitate what they see and hear,and that children learn from punishment and reinforcement.
The main theorist associated with the learning perspective is B.F. Skinner. Skinner argued that adults shape the speech of children by  reinforcing the babbling of infants that sound most like words.
The Nativist Perspective
The nativist perspective argues that humans are biologically programmed to gain knowledge.The main theorist associated with this perspective is Noam Chomsky.
Chomsky proposed that all humans have a language acqusition device (LAD). The LAD contains knowledge of grammatical rules common to all languages.The LAD also allows children to understand the rules of whatever language they are listening to.Chomsky also developed the concepts of transformational grammar, surface structure,and deep structure.
Transformational grammar is grammar that transforms a sentence. Surface structures are words that are actually written. Deep structure is the underlying message or meaning of a sentence.
2.      TRANSLATE THE TEXT INTO ENGLISH (50%)
Bagaimana mengelola marah? Situs WebMd memberi beberapa jalan keluar jika amarah sudah memuncak di kepala. "Ketika Anda mulai merasa marah, cobalah menarik napas dalam-dalam dan berpikir positif untuk meredakannya," tulis situs yang digawangi banyak dokter ini.
Bicara pada diri sendiri agar dapat bersikap dan berpikir santai juga bisa membuat pikiran menjadi lebih tenang. Ulangi menarik napas lagi sampai benar-benar kemarahan mereda.
Cara lainnya, bersikap asertif dapat diterapkan dalam pengendalian rasa marah tersebut. Melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga juga dapat meningkatkan mood baik serta menurunkan ketegangan dan kemarahan. Hindari narkoba dan penggunaan alkohol yang berlebihan.


Note:
1. The answer of the exam must be sent to perwi.stibasby@gmail.com by Sunday, November 22,2015 at 24.00, by the subject "Professional Translation II"
2. The answer of the exam must be completed by the answer of the asssignment below.



MID SEMESTER ASSIGNMENTS
Subject
: PROFESSIONAL TRANSLATION II
Lecturer
: Perwi Darmajanti, SS.M.Pd

1.      Translate this text into Indonesian.
Applications were assessed against the eligibility requirements listed in the Applicant Guidelines. Applications that did not meet the eligibility requirements have been assessed as ineligible. Common reasons applications were marked ineligible:
  • documentation meeting language requirements such as TOEFL/IELTS or transcript of at least one year of study in an approved country was not provided.
  • an unconditional/conditional admission letter from an Australian institution for commencement during the correct year was not provided (international applicants).
  • nomination from a host organisation for commencement during the correct year was not provided.
  • proof of citizenship from an eligible country was not provided.
  • applicant did not supply weighted academic transcripts with a score card explaining grading system.
Failure to follow the Applicant Guidelines may result in an ineligible application. It is therefore essential that applicants read all of the instructions carefully and ensure they meet all eligibility requirements prior to commencing an application.


2.      Translate this text into English
1 Mei 1918 merupakan peringatan Hari Buruh Sedunia pertama di Indonesia dan pertama di Asia. Peringatan ini dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, di bawah kendali Serikat Buruh Kung Tang Hwee Koan dan Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda (ISDV). Henk Sneevliet didampingi Bars, pimpinan ISDV, menyampaikan pesan yang terkenal dengan judul “Peringatan 1 Mei Pertama Kita”. Tulisan Sneevliet dipublikasi secara massal. Namun, belum mendapat sambutan baik dari masyarakat Hindia-Belanda (Indonesia).
Peringatan Hari Buruh Sedunia pertama di Indonesia didominasi oleh golongan kaum komunis. Baru kemudian pada tahun 1921, golongan komunis dan non-komunis, di bawah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto bersatu bersama-sama merayakan Hari Buruh Sedunia. Anak didik Tjokroaminoto, Soekarno, naik ke atas podium memberikan sebuah pidato mewakili Serikat Buruh yang pada waktu itu masih di bawah pengaruh Sarekat Islam (SI).
Perayaan Hari Buruh Sedunia lebih progresif terjadi pada tahun 1923. Semaun, Ketua SI Semarang, memimpin aksi pemogokan masal VSTP (serikat buruh kereta api) di Semarang. Pemogokan tersebut mengangkat isu utama seperti waktu kerja delapan jam, penundaan penghapusan bonus sampai janji kenaikan gaji dipenuhi, penanganan perselisihan ditangani oleh satu badan arbitrase independen, dan pelarangan PHK tanpa alasan.
Peringatan Hari Buruh Sedunia mendapat pelarangan saat pemerintahan Soeharto berkuasa. Karena pada masa orde baru itu peringatan Hari Buruh Sedunia dianggap sebagai aktivitas subversif, dikaitkan dengan gerakan komunis dan peristiwa G30S. Setelah pemerintahan orde baru tumbang, rakyat Indonesia kembali merayakan Hari Buruh Sedunia sampai sekarang.
Pada peringatan Hari Buruh Sedunia 2015, kaum buruh Indonesia turun ke jalan untuk menyuarakan dan menuntut hak-haknya. Tuntutan mereka hampir sama dengan tahun sebelumnya. Saat ini kaum buruh Indonesia tidak hanya terhimpit oleh persoalan lama seperti upah rendah, outsourcing, sistem kerja kontrak, dan jaminan sosial minim. Tapi juga harus berhadapan dengan arus masuk buruh dari negara ASEAN lainnya. Kepastian kerja semakin tipis, daya tawar menurun.
Pencabutan subsidi dan menyerahkan ekonomi pada pasar bebas, berdampak pada kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan BBM. Begitu juga dengan naiknya biaya kesehatan dan pendidikan yang mengakibatkan rakyat semakin sengsara.
Kaum buruh Indonesia terus melakukan aksi bersama turun ke jalan selama negara belum berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Selama sistem ekonomi masih menghamba pada kepentingan kaum modal yang berdampak pada penindasan kaum pekerja.
Pada momentum Hari Buruh Sedunia 2015 ini, kaum buruh Indonesia menyerukan 10 Tuntutan Buruh dan Rakyat Indonesia (Sepultura), yaitu:
  1. Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing.
  2. Tolak politik upah murah: berlakukan upah layak nasional.
  3. Tolak PHK, union busting, dan kriminalisasi anggota dan pengurus serikat buruh.
  4. Laksanakan hak-hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran indonesia.
  5. Tangkap, adili, dan penjarakan pengusaha nakal.
  6. Jaminan sosial bukan asuransi sosial.
  7. Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok.
  8. Pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat;.
  9. Tolak privatisasi: bangun industri  nasional untuk kesejahteraan rakyat.
  10. Tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat
Hari Buruh Sedunia harus diisi dengan penyatuan kekuatan gerakan buruh. Perjuangan buruh bukan saja merupakan perjuangan domestik, tetapi juga internasional. Karena hampir semua bentuk eksploitasi, hubungan produksi dan sistem ekonomi yang merugikan buruh, bersifat internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar